Masa Depan Arsip dengan Teknologi Now (Kekinian)

Ethereum

Seperti yang kita tahu hingga saat ini sudah banyak aplikasi dokumen management, record management dan kearsipan yang digunakan di berbagai tempat dan didapat dari bebagai cara mulai dari yang membuat sendiri hingga yang membeli dengan harga hingga ratusan juta hingga menyentuh nilai Milyaran rupiah.

Dari banyak aplikasi tersebut diantaranya adalah besutan punggawa arsip di Indonesia yaitu Arsip Nasional RI (ANRI), mulai dari SIKDSIKNJIKN dan JIKS yang memiliki kemampuan yang luar biasa namun banyak orang menyatakan biasa-biasa saja, anyway terdengar aneh … tapi sungguh ini karya bangsa apapun kurangnya saya akan mendukung dan membantu untuk menyempurnakannya (jika diperkenankan ☺)

Ada satu hal yang menurut saya adalah sebuah poin penting yang seharusnya Arsip Nasional RI sebagai punggawa kearsipan bangsa dan selalu memajukan jargon “Arsip simpul pemersatu bangsa” belum lakukan yaitu memiliki kebijakan disertai kemampuan untuk melakukan pengawasan aplikasi-aplikasi dokumen manajemen dan kearsipan yang bersliweran di Indonesia dengan membangun kiblat khususnya pengembangan aplikasi kearsipan, record dan dokumen manajemen (Sepertinya di Korea Selatan sudah dilakukan …. Hasil studi banding kesana ada tidak ya soal ini ✌)

Apakah ini sebuah kesalahan?

Wah tentu BUKAN…. ANRI sudah cukup kerepotan dalam melakukan edukasi kearsipan kepada Lembaga pemerintahan dan melakukan akuisisi arsip-arsip yang bernilai penting di seluruh Indonesia dan jangan kira itu hal yang mudah.

Kembali ke topik awal…dari mana dan bagaimana ANRI memulainya … dengan apa ?

Pikirkanlah sebuah Teknologi Now (Kekinian) yang bisa membuat segala sesuatunya dapat dinilai dan konteks serta kontennya valid dan sudah pasti bernilai namun transparan dari setiap transaksi dan perpindahannya. Sebuah teknologi yang cepat tersebar, terawasi dan dapat dibuat sebagai tolak ukur penilaian arsip.

Apa yang saya pikirkan? 

Blockchain Ethereum

Blockchain Ethereum adalah menjadi platform dimana smart contract dapat berjalan. Sedikit saya jelaskan dengan contoh sederhana apa yang mungkin bisa Anda lakukan dengan Ethereum di masa depan.

Tujuan Ethereum adalah untuk membuat kehidupan sehari-hari Anda lebih efisien dan hemat biaya dengan otomatisasi proses yang Anda jalani tiap hari dan menghapus perantara dari sistem yang kita gunakan, termasuk sistem hukum, sistem keuangan, sistem komputer atau lebih.

Sebagai contoh, anggaplah saya memiliki beberapa dokumen yang tersimpan di Blockchain Ethereum: dokumen identitas saya, surat wasiat saya, dan akta rumah saya (mohon doanya biar cepet terbeli…amin ☼). Asumsinya…ingat ya ini asumsi (jangan didoain ✌), pada suatu hari saat saya meninggal, sertifikat kematian saya juga diunggah ke blockchain.

Akan ada banyak proses yang harus dilakukan untuk memindahkan harta saya membutuhkan … banyak pekerjaan admin karena ada beberapa pihak yang terlibat; seperti mereka dari ranah hukum, pajak, dan properti.

Namun, karena semua dokumen ini tersimpan di blockchain Ethereum, sesuatu yang menarik dan berbeda terjadi. Setelah sertifikat kematian saya diterbitkan secara resmi dan diunggah ke blockchain, surat wasiat terakhir saya dan surat-surat lainnya dapat diproses.

Dengan asumsi saya mewariskan rumah saya ke keluarga terdekat saya, kepemilikan rumah dapat dipindahkan ke keluarga terdekat saya secara otomatis oleh jaringan Ethereum. Oleh karena itu, keluarga terdekat saya akan mewarisi rumah saya persis seperti yang saya inginkan, tanpa harus menghubungi profesional hukum (maaf bukan doain pekerjaan ini menghilang loh …. tapi ini bisa dan sudah diramalkan terjadi termasuk 10 pekerjaan lain … silahakan bertanya pada om Google).

Hal ini mungkin terdengar luar biasa dan menyeramkan namun saya telah menghemat banyak waktu dan sumber daya karena tidak harus menunggu keluarga terdekat saya, profesional hukum dan petugas pendaftaran properti untuk saling berhubungan satu sama lain untuk mempersiapkan dan melaksanakan transaksi ini.

Dengan gambaran diatas tadi betapa transparan dan mudahya sebuah proses dokumentasi dan pengarsipan terjadi, kedepan nantinya bukan menjadi hal yang tidak mungkin dimana sebaiknya punggawa kearsipan RI mulai memikirkan kemampuan platform ini. Terlepas menjadi sebuah pekerjan yang sangat sulit, tetapi dengan kemampuan platform ini juga bisa memberikan kepastian transparansi …. jadi kepikiran nanti masih bisa main lelang diatur tidak ya?

Soal keamanan pun nantinya akan menjadi sebuah hambatan kecil namun tantangan besar dalam teknologi Blockchain, tapi jangan khawatir platform ini juga dapat diintegrasikan dengan mengadopsi teknologi enkripsi tambahan (ada bocoran nih….Indonesia punya yang lebih canggih tapi belum publish….biasa neh semoga gak keburu di claim or dijual ke negara lain karena tidak dihargai atau penciptanya Butuh Uang) yang bisa dimanfaatkan.

Jadi wahai punggawa kearsipan Republik Indonesia bangunlah … mulailah … ciptakanlah dan tunjukkan bahwa Arsip Nasional RI adalah punggawa kearsipan yang sebenarnya di Indonesia dengan didukung dan memanfaatkan kemampuan Teknologi Now (Kekinian) hehehe.

Semoga 2020 Arsip Nasional RI sudah siap untuk Akuisisi Arsip Lahir Digital (Born Digital and Acquisition digitally) …. Siap-siap auditor akan lebih canggih memeriksa file digital anda … korupsi akan makin susah hidup Republik ini akan menjadi lebih tentram karena semua proses dokumentasi dan pengarsipan terawasi dan terkendali oleh Arsip Nasional RI.

Banyak proyek menarik sedang dibangun saat ini, namun banyak hal yang perlu diperhatikan untuk adopsi skala besar Ethereum, jadi kita semua dapat melihat bagaimana Ethereum akan berkembang ke depannya.

Bukan awal … bukan pula akhir Selamat datang di dunia BlockChain Selamat datang di Dunia Kearsipan Now (Kekinian)

ANRI harus memastikan bahwa kebijakan kearsipan selalu mutakhir, mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Selain itu, ANRI juga harus memastikan bahwa setiap instansi dapat secara mandiri melakukan pengelolaan arsipnya dengan mengadopsi teknologi Now (kekinian).

About the author: admin

You must be logged in to post a comment.